Viro X Musa Widyatmodjo: Indonesia Fashion Week 2019

Submitted by webviro on Thu, 05/16/2019 - 16:20
Indonesia Fashion Show 2019

Tahun ini Viro telah hadir sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini menjajaki dunia fesyen dan berpartisipasi dalam acara Indonesia Fashion Week (IFW) 2019, ajang tahunan fesyen dan budaya Indonesia yang digelar pada 27 - 31 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Bersama dengan desainer senior Musa Widyatmodjo, fashion show bertajuk Viro Dream dipersembahkan di upacara pembukaan IFW 2019 dengan menampilkan total 9 koleksi kostum wanita dan pria serta 33 model tas dari bahan eco faux Viro yang dianyam dengan tangan oleh para pengrajin. Selain itu, ratusan tas dengan model serupa juga dapat dibeli selama acara berlangsung.

Viro kolaborasi dengan Musa Widyatmodjo

“Sejalan dengan misi dari IFW, Viro yang merupakan perusahaan anak bangsa senantiasa berupaya untuk membantu mempromosikan budaya Tanah Air. Berupaya untuk selalu memadukan seni anyam dalam produk Viro yang biasanya dipasok bagi rancang bangun dan interior ruangan, kami ingin menguji kreatifitas dan inovasi bahan eco faux yang kami produksi. Untuk itu, kami melebarkan sayap ke industri fesyen dengan mendukung salah satu pagelaran fesyen dan budaya terbesar di Indonesia ini,” terang Johan Yang, Executive Vice President dari PT Polymindo Permata, perusahaan pemilik merek Viro.

Viro kolaborasi dengan Musa Widyatmodjo

Menanggapi kerja sama pertama dengan Viro, desainer Musa Widyatmodjo berpendapat, “Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menjadi desainer fesyen pertama yang menggunakan bahan eco faux dalam karya yang saya persembahakan di Viro Dream ini. Walaupun terbilang sebagai material baru, saya cukup terpukau dengan kualitas dan hasil akhir dari eco faux yang serba guna ini. Cukup lentur untuk dibuat menjadi bahan kostum, namun juga kokoh untuk menjadi dasar bagi produk aksesoris seperti sendal, tas dan head piece. Semoga kedepannya Viro dapat mulai berkiprah di dunia fesyen sehingga kami para perancang busana memiliki lebih banyak alternatif material yang dapat diandalkan dengan sentuhan anyaman yang otentik dan khas nusantara. Walaupun penggunaan saat ini masih terbatas pada kostum dan aksesoris, dengan penelitian lebih jauh terdapat potensi untuk mengembangkannya menjadi bahan busana.”

Viro kolaborasi dengan Musa Widyatmodjo

Selain mempersembahkan Viro Dream, Viro tetap menunjukkan keahlian utama di bidang rancang bangun dengan turut berpartisipasi dalam menyediakan beragam material dan struktur untuk instalasi utama yang dapat ditemukan di Main Island, dekorasi media center di area Indonesia Fashion Week di Jakarta Convention Center ini. 

“Pada kesempatan ini, Viro yang berbasis pada kreatifias, imajinasi serta inovasi ini berharap dapat memperkenalkan perusahaan sebagai brand fesyen yang memiliki kelenturan dan kemampuan untuk terpadu indah dengan beragam pola anyaman serta membawa falsafah budaya nusantara baik di lingkungan masyarakat dalam negeri maupun dunia internasional. Penjualan tas ini adalah langkah awal dari pengembangan produk Viro menjadi bagian produk fesyen, dan kami berhara mendapat respon baik dari para pengunjung,” tutup Johan.

Both Viro

Materi eco faux dari Viro merupakan serat non-natural yang berasal dari bahan high-density polyethylene (HDPE) yang memiliki look and feel serupa material alami seperti rotan, bambu, alang-alang dan lainnya. Serat ini kemudian dianyam oleh pengrajin lokal sehingga tercipta beragam produk seperti atap alang-alang, kursi, meja, dinding bangunan, hingga beragam bentuk unik yang dapat digunakan bagi dekorasi interior dan eksterior lainnya. Keunggulan dari bahan eco faux adalah kemampuannya untuk bertahan di berbagai kondisi cuaca, lebih tahan rembetan api, tidak mengeluarkan asap beracun ketika terbakar, dan aman jika bersentuhan dengan makanan. Selain itu, materi ini dapat didaur ulang hingga 7x dengan sekali masa pakai hingga 20 tahun.

Categories

Categories

Archive

Subscribe