Kolaborasi VIRO x JOKO AVIANTO: Kendaraan Langit

Submitted by webviro on Sat, 11/16/2019 - 09:14
Karya Joko Avianto, Kendaraan Langit

Berkesempatan membangun karya instalasi di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta, 16 NOV 2019 dalam acara Adira Festival Pesona Lokal, seniman yang dikenal di luar negeri dan terekspos di Indonesia lewat karya instalasi bambu "Getih Getah", Joko Avianto, kali ini berkolaborasi dengan Viro dalam karya Kendaraan Langit. Berikut tentang Kendaraan Langit.

Joko Avianto dalam karya Kendaraan Langit, kolaborasi dengan Viro.

--------

KENDARAAN LANGIT

Dalam faham Taoisme, bentuk awan melambangkan dunia atas dan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia kesenirupaan pada abad ke-16, yang digunakan kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas. Kemudian di waktu yang sama menyebar ke Nusantara bercampur dengan tradisi-tradisi setempat yang beragam.

Joko Avianto dalam karya Kendaraan Langit, kolaborasi dengan Viro.

Pada bentuk Megamendung bisa kita lihat terdapat garis melengkung yang mengalir secara teratur dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) menunjukkan gerak yang harmonis dan berirama. Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu dinamis (naik dan turun) kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar/menjalani kehidupan baik sisi sosial dan konsep agama) dan pada akhirnya membawa dirinya memasuki dunia baru menuju kembali kedalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik dan turun) pada akhirnya kembali ke asalnya dan tidak terputus. Infinity.

Joko Avianto dalam karya Kendaraan Langit, kolaborasi dengan Viro.

Setiap manusia tentunya memiliki ruang transendensi tersendiri dengan rekaan bentuk yang berlainan di kepalanya. Sebagai perupa, saya mencoba memaknai ulang ide megamendung seperti sebuah tempat yang bisa dikendarai dan bisa memuat sesuatu dengan tanpa batas. Dia berada dan bergerak di langit ruang ide dan makna yang sangat luas dan tak terbatas pula. inilah gambaran ruang transidensi saya, sebuah kendaraan atau bilik ratapan atau kabin akhir pekan tempat pelarian dari rutinitas yang membawa seluruh ide, pesan-pesan. Motif tradisional Cirebon ini digubah menjadi sebuah objek tiga dimensional dan lebih meruang, seperti sebuah doa dibungkus dengan balutan anyaman ide yang mengalir dan tidak terputus.

Joko Avianto, 2019

 

-----------

 

Kendaraan Langit dirancang dan didesain oleh Joko Avianto didukung oleh divisi Archineering dari Virobuild menggunakan sustainable material Viro #ecofaux. 

Categories

Archive

Subscribe