BINTARO DESIGN DISTRICT: Anneke Prasyanti x Dani Hermawan x Viro

Submitted by webviro on Tue, 11/26/2019 - 10:10
bintaro design district - Anata Rupa

ANATA RUPA
Collaborator: Anneke Prasyanti X Formologix X VIRO.

28 NOV - 07 DEC 2019 
Kebun Ide, Sector 9 Bintaro.

Anata [Sanskrit] : respectfully saluted, colorful, differences
Rupa  [Sanskrit] : shape

Bintaro Design District - Anata Rupa - Viro

bintaro design district - Anneke Prasyanti x Dani Hermawan x Viro


A Heritage craftmanship with contemporary topology geometry approach, using local-recycled-fiber material. Tradition united with modernity.

The colors shows origin color of local culture used by several tribes exist in this amazing Archipelago.

With the diameter approximately of 5 Meter,   Anata Rupa is inviting public to respectfully saluting the beauty of differences. 

**This interactive installation shall be safe for children and teens between 5-15 years of age.

Bintaro Design District - Anata Rupa - Viro

 

-----------------

 

Pengerjaan warisan yang diterapkan melalui teknik desain kontemporer dan bahan serat daur ulang lokal pada bentuk topologi: Anata Rupa. Instalasi ini adalah karya kolaborasi antara Anneke Prasyanti X Formologix X VIRO.

Installasi ini memiliki konsep mengangkat budaya lokal dan menerapkan kearifan lokal tersebut untuk diterapkan ke dalam bentuk geometri bertopologi kontemporer (non-euclidean geometry).

Dengan mengambil bentuk  anyaman yang berasal dari salah satu daerah di Indonesia yaitu Lombok Warna-warna menunjukkan warna asal budaya lokal yang digunakan oleh beberapa suku yang ada di Kepulauan menakjubkan ini. Terdiri dari 4 suku yaitu,

  • Batak    : Merah Darah, Hitam, Putih
  • Bajo       : Putih, Turquoise, Biru
  • Sumba  : Coklat Tanah, Merah Bata, Kuning
  • Dayak   : Merah Cabe, Kuning, Hitam

Bintaro Design District - Anyaman

Dengan diameter sekitar 5 meter, Anata Rupa mengundang publik untuk merayakan indahnya perbedaan. Instalasi interaktif ini akan aman untuk anak-anak dan remaja berusia antara 5-15 tahun.

Bintaro Design District - Anata Rupa - Viro

mobius geometry Viro

 

TENTANG ANNEKE PRASYANTI               

Anneke Prasyanti, Kolaborator Anata Rupa - BDD                                                                                                                         

Adalah seorang Arsitek yang mengkhususkan diri di bidang heritage architecture. Ia memperdalam pengetahuan dan keterampilannya di pekerjaan lapangan pada bangunan kolonial (shared heritage) maupun revitalisasi  desa-desa  tradisi/ vernakular di banyak tempat di Indonesia.

Anneke adalah Project Manager konservasi untuk belasan bangunan di Kota Tua Jakarta, termasuk di antaranya Museum Sejarah Jakarta, Gedung OLVEH dan Pantjoran Tea House, setelah sebelumnya lebih banyak mengerjakan desain komersil untuk hospitality seperti villa dan hotel selama 11 tahun tinggal di Bali.

Berbagi ilmu di berbagai kampus dalam Kuliah Umum, menjadi pembicara dalam berbagai seminar nasional, dan talkshow, dan edukasi arsitektur dan kearifan lokal ke daerah-daerah, juga menjadi juri berbagai sayembara , adalah kesibukannya yang lain.

Anneke meyakini bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak arsitek di kawasan rural yang potensi keindahan visualnya lebih besar. Lulusan ITB dan anggota aktif IAI serta anggota komite Bandung Heriage society ini juga banyak berkontribusi dalam tulisan-tulisan arsitektur pelestarian di media cetak maupun elektronik. 

 

 

TENTANG FORMOLOGIX - DANI HERMAWAN   

Dani Hermawan, Kolaborator Anata Rupa - BDD                                                                                                          

Arsitek dan peneliti yang berbasis di Jakarta dan Semarang adalah pendiri Formologix Lab. Dani tertarik dan mengeksplorasi potensi kolaboratif desain digital dan teknik fabrikasi terkait dengan arsitektur dan desain produk-melalui berbagai mode: desain parametrik, skrip, dan fabrikasi.

Dani mengejar gelar Master of Archtiecture di bidang arsitektur digital dari Dessau Institute of Architecture, Bauhaus-Dessau, Jerman (2008) di bawah bimbingan Mathias Del Campo (SPAN / Austria) dan Daniel Dendra (Another Architect Studio-Berlin). Untuk Sarjana Arsitekturnya, ia lulus dari Universitas Parahyangan, Indonesia (2004).

Dani berpengalaman berkolaborasi dengan Daniel Dendra di Another Architect Studio-Berlin, Berlin, dan saat ini bekerja sebagai konsultan desain komputasi dan fabrikasi digital di bidang arsitektur. Pada tahun 2014, dengan 2 arsitek muda lainnya, Dani ditunjuk oleh KPBN sebagai Perancang Arsitektur Senior Paviliun Indonesia untuk The World Expo 2015 yang diadakan di Milan dari Mei 2015 hingga akhir Oktober 2015 yang didukung dan menggunakan material Virobuild.

Sebagai akademisi, ia mengajar studio desain di Universitas Katolik Parahyangan dan saat ini, ia aktif mengajar studio desain, lokakarya, dan seminar di Universitas Pelita Harapan.

------- 

Anata Rupa dirancang dan didesain dengan kolaborasi Anneke Prasyanti & Dani Hermawan didukung oleh divisi Archineering dari Virobuild menggunakan sustainable material Viro #ecofaux. 

Categories

Categories

Archive

Subscribe