Konsep Arsitektur Modular dengan pemanfaatan Teknologi Digital

Submitted by webviro on Mon, 05/11/2020 - 16:29
Arsitektur modular

Konsep modular dalam dunia arsitektur bukanlah hal yang baru. Konsep modular dalam arsitektur sendiri bisa diartikan sebagai sistem bangunan yang memanfaatkan modul dan fabrikasi komponen. Sejak berkembangnya teknologi komputasi digital, konsep modular semakin luas diaplikasikan. Teknologi telah mensupport aplikasi saat proses desainnya.

Teknologi Digital untuk Produktifitas Berkelanjutan, Smesco Indonesia.

Pembahasan tersebut adalah bagian dari talkshow online dengan tajuk "Bincang-bincang Teknologi Digital untuk Produktifitas Berkelanjutan". Smesco Indonesia merupakan brand dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM RI. Adapun Dani Hermawan, founder dan principal designer Formologix Laboratory sebagai narasumber.

Lebih lanjut, konsep modular sendiri, sangat membutuhkan material yang ringan dan mudah ditransportasi sekaligus gampang dirangkai. Dalam aplikasinya, Viro juga telah kolaborasi dengan Dani Hermawan dalam beberapa project. Sebut saja seperti proyek Kirana Dome dan Anatarupa. 

Proyek Kirana Domeberada di Lenggang, adalah tujuan wisata populer di Belitung Timur, karena lokasinya dekat dengan replika Sekolah Dasar Laskar Pelangi, yang dipopulerkan oleh novel sastra dengan judul yang sama. Arsitek, Dani Hermawan, Carolina Djunaedi, Bondan Petra, Wilson Tungajaya bekerja sama dengan PT. Polymindo Permata, Viro, untuk membuat perakit kubah, bernama Kirana Dome, dipasang di sepanjang tepi sungai Lenggang.

Proyek ini bertepatan dengan terjadinya gerhana bulan total menyeberang pulau Belitung, Indonesia, pada bulan Maret 2016. Kesempatan ini diberikan oleh PBS kepada Formologix dan memutuskan untuk berkolaborasi dengan Viro untuk melakukan dan mengimplementasikan penelitian desain dari sebuah arsitektur modular.

Sedangkan Proyek Anatarupa, adalah karya instalasi yang pengerjaannya menggunakan pendekatan geometri topologi kontemporer, menggunakan bahan serat lokal-daur ulang. Tradisi bersatu dengan modernitas. Menggunakan warna-warna menunjukkan warna asal budaya lokal yang digunakan oleh beberapa suku yang ada di Kepulauan menakjubkan ini. Berdiameter sekitar 5 meter, Anata Rupa mengundang publik untuk dengan hormat memberi hormat keindahan perbedaan. Instalasi interaktif ini akan aman untuk anak-anak dan remaja berusia antara 5-15 tahun.

Kirana Dome Dani Hermawan

              Seperti yang disampaikan Dani Hermawan (Formologix) dalam kesempatan bincang – bincang “Teknologi Digital untuk Produktivitas Berkelanjutan” oleh Smesco, saat ini industri – industri kecil pun perlu lebih lagi memanfaatkan teknologi. Sebagai contoh, Dani juga membagikan proses desain dan juga konstruksi Kirana Dome di tepi sungai Lenggang, Belitung yang menggunakan produk VIro yaitu archineering dengan viro fiber arurog mushroom, dan juga Anata Rupa. Di sana disebutkan bahwa di sungai Lenggang ini aksesnya juga terbatas sehingga pada saat desain modularnya, perlu juga memikirkan ukuran modul yang pas sehingga bisa dimobilisasi ke site dengan baik.

Kirana Dome Belitung

              Produk – produk Viro sangat cocok untuk dipakai dalam konsep arsitektur modular seperti ini. Dengan proses fabrikasi di factory kami dalam ukuran modul – modul yang tinggal dirangkai di lokasi. Archineering kami pun bisa dibuat dengan ukuran modul yang memperhatikan berat dan dimensi, sehingga memudahkan mobilisasi di lapangan. Selain itu, Viro juga memiliki system preset sebelum dikirim ke lapangan. Preset ini sendiri merupakan cara untuk memastikan bahwa modul – modul tersebut bisa disetting dengan pas di lokasi.Viro menyediakan produk fiber sintetis berkualitas, ecofaux, yang sudah digunakan dan dipercaya oleh desainer dan arsitektur top dunia.

 

Categories

Categories

Archive

Subscribe